Sejak kamis kemarin, ada 1 temanku yang mulai bad mood tiap kali aq ajak ngobrol. Aq merasa jawabannya kasar, padahal aq cuma bertanya sebentar (cuma bertanya “kenapa akhir2 ini jarang datang sel?”), tapi entah kenapa jawabannya galak sekali, akhirnya aq akhiri obrolan itu.

Besoknya, hari jumat aq ktemu lagi sama anak itu. Tiap hari selalu aq awali dengan perasaan yang gembira, saat ktemu anak itu lagi, aq menyapanya dengan nada riang gembira dan bertanya (“ngapain ko, kok banyak gabus2?”), dia menjawab (“lagi menyiapkan dekor paskah”). karena penasaran, aq tanya lagi (“kok selalu km ko yg dekor? kok ga ada ank2 lain yg membantu?”), dia menjawab (“karena yang lain kuliah. kenapa sih kamu suka tanya2?! tanya-tanya hal ga penting!”).

upss…aq salah bicara kah? aq cuma bertanya 2 pertanyaan, itu pun cuma menghabiskan waktu 3 menit saja rasanya, kenapa jadi marah-marah begitu?

lalu aq pergi ke ruang BIT, duduk-duduk disana sambil menungu jam kuliah. Lah…tiba-tiba ank itu datang ke BIT juga, dia ada keperluan ke ruang BIT. Lalu dia melihat aq, datang ke aq, lalu mulai me maki-maki aq. Seisi ruang BIT (para asisten BIT) bingung melihat anak itu marah-marah ke aq, termasuk aq juga bingung. Dia mengata-ngatai aq, kurang lebih seperti ini kalimatnya “km itu cerewet sekali, terlalu banyak bicara, terlalu banyak bertanya hal-hal ga penting, aq gak suka sekali dengan sikapmu itu, karena sikapmu itu mirip sekali dengan (*salah satu nama dosen*) , aq gak suka sekali dengan orang seperti itu. Kamu itu suka membicarakan orang dibelakang bla…bla….bla……” dia terus marah-marah tiada henti, para asisten BIT cuma toleh2an, sampai salah satu dari mereka ada yang nyeletuk “omonganmu kasar sekali hari ini”.

Sebenarnya aq tau, dia marah-marah gitu mungkin karena lagi banyak pikiran, lagi banyak tugas-tugas numpuk, atau masalah-masalah lainnya. Aq juga tau, sifat orang ini biasanya diam dan tidak banyak bicara, aq pun tidak akrab sama dia!Bagaimana bisa se-enaknya mencaci maki dengan kalimat2 seperti itu! Aq sedih dengan “kalimat-kalimat indah”nya itu, sampai malam aq terus kepikiran, sebegitu buruknya kah sifatku ini? sebegitu cerewetnya kah sampai membuatnya sebal?

Karena kehabisan akal, aq berpikir untuk sms ke dia dan meminta maaf, meski sebenarnya aq ga tau apa salahku. Tapi aq pikir2 lagi, jangan2 kalo aq sms dia tambah marah dan berkata “kamu ini cerewet sekali, mengganggu orang !”. ya sudah, ga jadi sms, biarin ga usah dipikirin……..

Kira-kira jam 9 malam, ank itu sms ke aku. Aku kaget dengan isi sms-nya. Dia meminta maaf atas perbuatannya tadi sore. Sms-nya singkat, meski dengan kalimat yang kurang memelas untuk dimaafkan, tapi aq senang sekali membacanya apalagi dia sms ke nomorku yg GSM dan CDMA, pertanda bahwa dia memang niat untuk minta maaf (btw, darimana dia tau nomerku yg CDMA? ).

yahhh….meski sudah ku-maafkan, tapi masih ada yang mengganjal, apakah sifatku seburuk itu ? kalo memang iya, mungkin ini memang teguran jadi mau interospeksi diri……….