WATAK MANUSIA


Saat masih SMP aq perna ikut tes kepribadian di sekolah dan hasilnya aq adalah orang sanguin. Saat memasuki bangku kuliah dan aq mengikuti tes kepribadian lagi (di internet) hasilnya aq adalah orang koleris-sanguin. Lalu secara periodik aq sering ngisi-ngisi personality quiz untuk ngecek apakah sifatq berubah lagi, hmm…. ternyata hasilnya berubah-ubah antara koleris atau sanguin. Setelah flashback ke masa SD-SMP-SMA-dan kuliah (skr), akhirnya mendapatkan kesimpulan yang membuat sifat seseorang berubah adalah pergaulan dan lingkungan sekitar!

Jadi begini critanya… Saat masih SD dan SMP kehidupan masih happy-happy, kegiatan di sekolah sebagian besar adalah happy-happy saja. Aq jg ga begitu ngurus meskipun nilai ulangan dapat jelek, karena teman-teman jg termasuk anak yang bandel2 (ga ngurus nilai). Sebagian besar yang aq dan teman-teman lakukan saat masih SMP adalah jalan-jalan, shopping, makan-makan, dan apa pun yang dilakukan beramai-ramai. Dengan kegiatan seperti itu, ga heran kalau aq tumbuh menjadi sosok sanguin.

Karena kelakuanq yang “bandel”, orang tuaq memasukkanq ke SMA St. Louis 1 dengan harapan aq berubah menjadi anak yang lebih baik. Perubahan watakq pun terjadi saat di SMA ini, dikarenakan tempa’an sinlui yang luar biasa mematikan. Membuatq HaRus blajar setiap hari, persaingan nilai dengan teman-teman pun terjadi (karena teman-teman pintar2 smua, jadinya malu kalau dapat nilai paling jelek). Tiga tahun di sinlui membuat aq menjadi orang yang: bersaing nilai, tidak mudah menyerah (belajar sampe jam 3 pagi, jam 5 pagi bangun blajar lagi), kurang care dengan teman (maap, kali ini sifat buruk), dan ga sabaran.

Saat SMA pun sering jatuh-bangun (pesimis-optimis), paling ingat saat mau ulangan fisika… Saat itu jam 11 malam, bahan ulangan masih buuanyakk… Kertas-kertas buram berserakan di lantai, aq cuma bisa memandang dan menghela nafas panjang. Oh iya, selain itu mamaq jg banyak membantu saat aq SMA. Terutama saat lg hopeless kalau besoknya ada ujian dan hari ini masih belom selesai belajar. Biasanya si mama ngasih semangat, kira-kira seperti ini “Ayo buktikan km ke guru les-mu, kl km bisa dpt nilai bagus jg, mosok anak mama di sepelehkan”. Hint: guru les-ku suka membanding-bandingkan nilai antar sesama murid ==’

Yahh seperti itu lah, jadinya ga heran kalo sekarang sifatq sudah berubah menjadi koleris-sanguin. Tapi aq ga begitu bangga dengan koleris-ku, karena sifat ini membuatq sering bertengkar dengan teman-teman apalagi saat kuliah ini. Biasanya pertengkaran terjadi saat kerja proyek, ada teman sekelompok yang ga mari-mari kl kerja…. saat kumpul deadline program bagiannya masih error2…saat kumpul deadline, bagiannya belom selesai (alasannya ktiduran)…

Menurut pengalamanq sebagai koleris-sanguin :

  • koleris jangan berkelompok dengan sesama koleris…sungguan bisa cek-cok dan adu mulut (ga ada yang ngalah), grrrr~~.
  • Koleris cocok sih sama plegmatis, karena plegmatis nuruuttt buangettt…. meskipun pernah bertengkar sih kita, gara-garanya dia terlalu “slow” kalo ngerjain sesuatu. Aq kan ga sabar grrr~~.
  • Koleris ga terlalu suka sama si melankolis, karena mereka suka mengkritik, mengkritik saja tapi ga ngasi solusi, grrrr~~~. Trus mereka juga selalu pesimis, wah… kalo sudah ketemu sama manusia yg pesimis aq paling ga sabar, grrr~~.
  • Kalo koleris dengan sanguin, humm… selama ini sih cocok-cocok aja, krn mereka orang yang menyenangkan ^^.

Sekali lagi, sifat seseorang bisa berubah… kadang saat tes kepribadian hasilq sanguin, kadang koleris lagi … humm… Kayaknya mood saat ngisi kuis juga berpengaruh ya? wkwkwkw….

Silahkan tuliskan komentar anda disini ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s